Sore ini
sedikit basah. Sang hujan sedikit memberikan tempat ini kesejukan.
Mungkin juga sang hujan ingin menyapa sang tumbuhan yang sudah lama
menanti datangnya hujan. Dan seperti doaku, hujan berhenti sejam sebelum
matahari tenggelam. Menciptakan semburat kuning di awan. Senja, yah
nama yang sangat aku sukai. Bahkan mungkin aku kagumi. Senja itu
memberikan semburat warna yang mampu menghipnotisku, mampu membuatku
betah berlama-lama di atas loteng hanya untuk memandanginya. Memandangi
sebuah maha karya yang sangat luar biasa. Bahkan tak ada seorangpun yang
mampu menandinginya, sekalipun itu Leonardo Davinci. Dia mungkin bisa
membuat lukisan indah Monalisa, tapi dia tak akan bisa melukis warna
senja.
Dan senja lain adalah dia, lelaki yang sangat aku cintai. Bahkan mungkin aku sangat mencintainya.
Yah, aku tau bukan hal yang baik bila terlalu mencintai seseorang, tapi
Tuhan, aku mohon untuk sekali ini saja, ijinkan aku mencintai dengan
sangat ciptaanMu yang sangat indah ini. Senja, dia bukan lelaki yang
sempurna dengan fashion anak muda jaman ini, ataupun anak band, . Bukan, dia. Dia lebih
sempurna dari itu. dia lelaki yang apa adanya, anak dance dan sangat kocak. Dia senjaku, senja yang mendampingi hidupku.
Dan kedua senja ini, akan selalu menjadi senja yang luar biasa, karna
senja itu indah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar